Blackberry adalah…….. #BBBaru

Blackberry bukan hanya sebuah smartphone buat saya. Blackberry mungkin sebuah kehidupan kedua untuk saya. Blackberry sering dibilang Hapenya orang alay dan apapun yang jelek. Tapi buat saya blackberry telah memberikan sisi lain untuk hidup saya. Saya berkenalan dengan blackberry sejak tahun 2010 ketika saya masuk kerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Blackberry diperkenalkan oleh salah satu teman terbaik saya Ibnu Maksum. Bisa dibilang ibnulah yang menyuntikkan racun Blackberry sehingga saya menjadi seperti sekarang ini. Blackerry yang saya pegang pertama kali adalah blackberry gemini ( Blackberry sejuta umat 🙂 ) itupun saya dapet dari perusahaan tempat saya bekerja :). Dengan Blackberry senang dan susah hidup ini telah saya lalui.
Masuk Berita di detikcom 
Masuk berita di detikcom mungkin adalah salah satu yang bersejarah didalam kamus hidup saya kelak. Dengan membuat aplikasi “Radio Dihital” nama saya masuk di berita detik tersebut. Dan sampai sekarang saya masih sangat senang luar biasa saat aplikasi “Radio Dihital” masuk di situs berita populer di Indonesia. Ungkapan ini pernah saya ungkapkan sebelumnya di tulisan saya sebelumnya.  http://www.bayu.my.id/2013/01/nuxradio-di-detik-ada-nama-gw.html
 
Kecopetan di Busway
 
Ini adalah pengalaman buruk saya saat bersama di Blackberry. Blackberry memang menjadi incaran para pencopet di negeri ini. Karena gampang dicuri dan dijual ke penadah nantinya. Ketika itu saya dan 3 orang teman saya hendak ke Blok M untuk membeli sesuatu. Kami pergi ke Blok M menggunakan Busway dari kebon jeruk. Setelah sampai di Harmoni Central Busway kami berempat harus transit ke jurusan Blok M – Kota. Dan tahulah bagaimana keadaan busway ketika sedang penuh-penuhnya sangat-sangat tidak enak pokoknya.

Akhirnya, busway jurusan Blok M-Kota datang dan segeralah kami berempat masuk ke busway, dan seperti biasa harus ekstrak keras agar kami bisa masuk ke dalam Busway. Dan tiba-tiba petugas busway berteriak ” Hei, itu hape sapa?”, kami yang berada di dalam busway segera melihat kearah hape yang ditunjuk oleh petugas itu. Dan petugas tersebut segera mengambil hape tersebut.
Dan teman saya si wawan baru sadar kalo hape itu milik adiknya.
“Pak, itu milik adek saya” ungkap wawan ke petugas busway.
“Oh, ya kalo gitu coba telepon ke hape ini” Jawab petugas busway itu untuk meyakinkan dia.
“Bay, coba telepon” wawan berkata kepada saya,
Akhirnya benar kalo hape itu milik adik wawan, karena diaz (adek wawan) juga baru sadar kalo itu hape miliknya. Dan akhirnya, kami menyadari bahwa blackberry itu adalah calon korban pencurian. Dan untungnya Blackberry itu selamat dari pencurian.
Ternyata pencopetnya adalah pencopet kambuhan dan telah mencuri beberapa kali di busway. Jumlah pencopet itu dua orang. Untunglah saat petugas busway sangat sigap untuk mengatasi pencopet itu. Kedua pencopet sempat dibawa ke stasiun kota. Dan entah dari inisiatif siapa, kedua pencopet diikat dan diperlihatkan ke masyarakat luas. Dan akhirnya, kami berempat diminta keterangan di polsek tanah abang mengenai kasus pencopet ini.
Itulah hal terburuk ketika saya pegang blackberry. Harus berdapan kejahatan didepan kedua mata saya sendiri.
Bercengkarama kembali dengan Teman Lama
Teman lama ketika bertemu kembali pasti menjadi sebuah hal spesial dan menggembirakan. Dengan blackerry kita bisa menjadi lebih dekat lagi dengan teman kita yang jauh disana dengan BBM-nya. Yah, teman saya ini saya sudah lama tidak melihatnya sejak kami berpisah saat lulus di SMA. Dia melanjutkan kuliah menjadi dokter di Surabaya dan saya kuliah di Politeknik Pos Indonesia di Bandung. Kami los contact selama beberapa tahun.
Dan suatu saya melihat status facebook dia menggunakan facebook for blackberry. Dan saya pikir pasti dia juga pake Blackberry. Dan benar saja dia ternyata pake blackberry juga dan akhirnya saya minta PIN BB dia. Chatting dengan BBM mempunyai sesuatu hal yang berbeda, apalagi dengan teman yang telah lama tidak bertemu. Tentu akan seperti mengenang masa-masa lalu ketika masih dibangku sekolah. Dan dengan BBM teman yang jauh akan menjadi seakan dekat dan hilanglah jarak itu sendiri.
Naek Pesawat Untuk Pertama Kalinya
Naek pesawat mungkin menjadi hal yang biasa untuk sebagian orang. Tapi hal ini menjadi luar biasa karena saya naek pesawat untuk pertama kalinya karena hasil sendiri. Sebagai seorang perantau seperti saya tidaklah menjadi hal terbahagia ketika mudik ke kampung halaman. Bus, Kereta dan Kapal Laut sudah pernah saya naiki semua. Tapi menggunakan pesawat adalah sesuatu yang amat mahal untuk orang kampung seperti saya.
Tapi karena blackberrylah akhirnya saya bisa mencicipi bagaimana rasanya Jakarta – Surabaya hanya dalam 20 menit saja. Ini terjadi ketika lebaran tahun lalu. Saya memutuskan memang untuk menggunakan pesawat untuk mudik karena tabungan saya dari “Radio Dihital” Telah cukup untuk membeli tiket pesawat. Sayang saya belum pernah foto di depan pesawat karena saya selalu saja sendiri ketika naek pesawat, mudah-mudahan saja nanti kesampain foto didepan pesawat. hahahaha…
Dan tulisan ini saya buat untuk ikut #BBBaru Blog Competition dari XL

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *