Jangan Harap Sampai Tujuan (Dengan Metromini atau Kopaja)

Semua warga jakarta tentu sangat mengenal dengan 2 transportasi minibus ini yaitu Mertomini dan Kopaja.  Pertama kali saya ke jakarta saya mengira kalo kopaja dan metromini itu alat tranportasi yang sama, tapi semua keliru. Kedua minibus ini berbeda tulisan (tentu saja), warna, dan jurusan yang berbeda-beda. Ongkos yang diperlukanpun sangat murah yaitu 2000 rupiah jauh maupun dekat. Yah walaupun dengan konsekuensi kita akan mendapatkan bus yang menurut saya sudah sangat layak untuk pensiun.

Dengan ongkos yang cuma 2000 rupiah kita dapat pergi ke jurusan yang akan kita pergi. Tetapi pengalaman ini sungguh tidak mengenakkan dan sudah saya alami selama 3 kali naik kopaja ataupun metromini.

Kejadian Pertama

Untuk kejadian pertama ini saya alami ketika menaiki kopaja 609 jurusan meruya – blok m. saya naik dari jameson meruya. saya bermaksud untuk pergi ke blok m. sekitar 15 menit saya menunggu ternyata kopaja sudah muncul dan kebetulan saat itu penumpangnya masih sedikit dan dengan leluasa saya dapat memilih tempat duduk. setelah cukup lama perjalanan tibalah sekitar kebayoran lama tiba-tiba kopaja ini berhenti dan kenek memeriksa mesin. setalah beberapa lama supir dengan gampangnya berkata ‘pak oper yah rem kopling kita bocor’. wah… padahal mau nyampe eh dioper. ya udah tidak apa-apa. akhirnya kita semua dipindahkan ke metro mini jurusan apa saya tidak tahu untuk samapi ke blok m.

Kejadian Kedua

Untuk kejadian kedua ini mungkin bisa dibilang saya cukup beruntung. ketika itu saya hendak menuju ke kantor koprol untuk mengambil hadiah. saya mengggunakan kopaja untuk jurusan yang sama 609 blok m – meruya. untuk kali ini saya naik dari perempatan srengseng dan saya tidak dapat tempat duduk dan harus berdiri :(. seperti kejadian yang terjadi tadi. saya harus berhenti di perjalanan dan kali ini supir bilang ‘Pak, oper yah rem kita bocor’ bener-bener nech kopaja….. dan tempatnya pun sama??? akhirnya saya putusin nake bajay untuk pergi ke kantor koprol dan untungnya ternyata saya lebih dekat dari situ dari pada saya harus pergi ke blok m. sungguh kebetulan yang menyenangkan.

Kejadian Ketiga

Untuk kejadian ketiga inilah yang bener-bener membuat saya jengkel pada metro mini ataupun kopaja. kebetulan waktu itu saya pulang setelah menghadiri peluncuran perdana album jessica iskandar di planet hollywood. Waktu itu pukul 10 malam. kebetulan waktu itu saya naik metro mini 972 Tanah Abang – Terminal Pasar Minggu/Lenteng Agung, saya naik dari gatot subroto. Ketika pertama kali saya naik saya pikir tentu ini akan samapai di tanah abang dan saya akan melanjutkan perjalanan dengan mikrolet m11 menuju kosan. Tapi ternyata benar kejadian tidak mengenakkan terjadi lagi. saya diturunkan entah dimana, dan dengan seenaknya kenek itu bilang ini tanah abang. padahal saya tahu itu bukan tanah abang. Dan bener saja saya pun harus naik mikrolet lagi ke tanah abang.

 

dengan semua kejadian diatas saya mempunyai kesimpulan :

1. Jangan harap kopaja / metromini akan mengantarkan penumpang ke terminal terakhir sesuai trayek.

2. Kalaupun terpaksa harus naik kopaja / metromini usahakan kita akan nyampai ke tempat tujuan sebelum trayek terakhir.

3. Baiknya emank saatnya diremajakan kembali kopaja/metromini.

Penampakan Kopaja

Penampakan Metro Mini

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *